Lulusan Cumlaude: Jenis, Manfaat dan 3 Tips Meraih Cumlaude

Lulusan Cumlaude menjadi salah satu impian terutama bagi mahasiswa-mahasiswi di Indonesia.

Untuk Info lebih lengkapnya bisa isi Biodata Disini

Tapi pernahkah kamu mengetahui bagaimana alur daripada mendapatkan predikat cumlaude? Apakah hanya dengan nilai yang baik sudah dikategorikan mendapat predikat cumlaude?

Apakah untuk menjadi lulusan cumlaude seorang mahasiswa harus melewatkan pendidikan kuliah dalam kurun waktu 3,5 tahun?.

Bagaimana dengan yang lulus sedikit terlambat namun dengan nilai yang sangat memuaskan dan pengalaman yang mumpuni?

Berbagai pertanyaan lainnya mungkin muncul dalam benak mengenai apa sebenarnya yang menjadi urgensi dari lulusan cumlaude.

Baik dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia bahkan di dunia internasional dengan gelar yang mungkin sedikit berbeda.

Pertama, ketahui apa yang menjadi definisi dari lulusan cumlaude itu sendiri. Dalam bahasa latin Cumlaude memiliki makna kehormatan.

Kata ini sangat familiar di ranah perguruan tinggi kepada mahasiswa yang lulus dengan syarat yang ditetapkan.

Jenis jenis cumlaude

Nyatanya, cumlaude tidak hanya satu, melainkan tiga jenis yang jika dikualifikasikan menurut angka dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

IPK sendiri bagi yang belum mengetahui adalah akumulasi keseluruhan nilai yang didapat pada masa akhir studi di universitas.

Nilai IPK dan IP jelas sangat berbeda. IP (Indeks Prestasi) akan kamu dapatkan tiap semesternya bergantung pada penilaian yang kamu dapatkan dalam satu semester.

Sementara IPK tiap semesternya bisa naik atau turun tergantung akumulasi nilai yang kamu dapatkan.

Cumlaude

Pada beberapa universitas ulusan cumlaude ini biasanya disandingkan kepada mahasiswa yang berhasil mendapatkan nilai total Indeks Prestasi Kumulatif 3,5 sampai 3,7.

Tak hanya itu mahasiswa juga tidak boleh mendapatkan nilai kurang baik C,D, atau bahkan E. 

Dimana nilai tersebut sendiri adalah kriteria mahasiswa yang harus mengulang mata kuliah di tahun depan. Dimana mengulang tahun depan berpotensi mengurangi SKS yang bisa kamu ambil pada tahun berikutnya pula.

Magna Cumlaude

Sedikit naik tingkat dari lulusan cumlaude, magna cumlaude dengan arti “kehormatan besar” yang akan didapat jika mahasiswa mempertahankan IPK antara 3,7 sampai dengan 3,9.

Seperti halnya lulusan cumlaude kamu tidak boleh mendapatkan nilai kurang dalam mata kuliah.

Tidak juga boleh mengulang mata kuliah, dan yang paling penting adalah lulus tepat waktu, bukan lulus pada waktunya.

Persentase lulusan yang diberikan predikat magna cumlaude biasanya adalah 10-15% mahasiswa peringkat atas dalam satu angkatan.

Summa Cumlaude

Sesua dengan artinya, summa cumlaude merupakan predikat tertinggi dalam gelar yang didapatkan para lulusan. Mahasiswa dengan predikat ini harus mengantongi nilai IPK 3,9 sampai dengan 4,0 alias sempurna.

Dengan gelar kehormatan tertinggi, biasanya lulusan dengan predikat summa cumlaude hanya diposisikan bagi satu orang dalam satu angkatan.

Dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato perpisahan di hari kelulusan.

Manfaat menjadi lulusan cumlaude

Lalu apa sebenarnya keuntungan saat seorang mahasiswa mendapatkan predikat lulusan cumlaude? Apakah hanya sekadar titel belaka? Tentu tidak.

Berikut beberapa manfaat besar yang akan kamu dapatkan saat menjadi lulusan cumlaude:

Peluang kerja besar

Saat ini banyak perusahaan baik swasta maupun jajaran kantor kementerian yang membuka formasi khusus bagi para peraih predikat lulusan cumlaude.

Bahkan persentase alokasi yang diberikan mencapai angka 5 sampai dengan 10%.

Jalur mulus pendaftaran beasiswa

Jika kamu berkeinginan untuk melanjutkan studi S2 dengan pembiayaan penuh melalui beasiswa, maka mendapatkan predikat lulusan cumlaude adalah salah satu pembuka jalannya.

Karena prestasi dan kemampuan mahasiswa untuk bisa menghadapi perkuliahan akan sangat dibutuhkan.

Namun tentunya, tetap melalui berbagai poin seleksi yang lainnya, seperti tes tulis, wawancara, an lainnya yang membuktikan kredibilitas sebagai calon penerima beasiswa.

Peluang mengabdi di universitas

Pernah mendengar istilah asisten dosen? Dengan mendapatkan predikat lulusan cumlaude peluang untukmu langsung mengabdi kepada universitas dengan menjadi asisten dosen.

Pengalaman yang sangat nyata dan berharga tentunya saat kamu langsung bisa menyalurkan ilmu setelah lulus.

Bersama dengan itu kredibilitas mu akan semakin terlihat, bahwa bukan hanya titel atau gelar yang kamu bawa dalam nama, tapi juga ilmu yang tidak terbatas untuk terus dibagikan pada junior dan mahasiswa lainnya.

Tips mendapatkan predikat lulusan cumlaude

Aktif dalam kegiatan formatif kelas

Nilai formatif menjadi salah satu pendukung terbesar selain nilai ujian lainnya.

dan untuk mendapatkan nilai formatif yang baik maka kamu harus membiasakan diri untuk rajin menghadiri kelas dan turut serta andil dalam diskusi di dalamnya.

Sebut saja seperti tanya jawab saat presentasi, memberikan saran dan masukan pada pemateri, tentunya yang bersifat akademis dan membangun.Lulusan Cumalude 2Sehingga dosen tidak akan lagi mempertimbangkan mengapa harus memberimu nilai A, sebab kamu sudah memiliki kredibilitas atas nilai tersebut.

Mengerjakan ujian sebaik mungkin

Walau nilai formatif menjadi salah satu penunjang yang cukup berpengaruh, tak jarang persentase nilai yang paling besar diantara formatif dan kognitif terletak pada penilaian ujian akhir atau UAS.

Itulah sebabnya mengapa kamu harus mengerjakan UAS sebaik mungkin.

Karena pengaruhnya akan jatuh pada nilai akhir satu mata kuliah. Banyak dosen yang akhirnya memilih untuk memberikan nilai rendah pada ujian akhir yang menyebabkan mahasiswa mengulang mata kuliah.

Bukan tanpa alasan, tetapi lebih kepada dosen tidak lagi punya pilihan, jika diluluskan mahasiswa tersebut hanya akan membawa “buku kosong” selama bertahun-tahun lamanya.

Belum lagi jika mata kuliah tersebut adalah mata kuliah dasar yang berkaitan dengan mata kuliah selanjutnya.

Istilahnya, jika kamu tidak lulus dalam mata kuliah tersebut, maka nasib mu dalam beberapa semester kedepan dipertaruhkan. Akan sangat beresiko jika mahasiswa tidak memiliki keterampilan akademis saat masuk ke dunia kerja.

Sehingga, jangan sampai ada riwayat kamu melakukan copy paste, mengerjakan UTS secara asal-asalan.

Karena UAS bukan hanya sekedar yang penting mengumpulkan, tapi jadi bahan pembuktian pantaskah kamu lulus untuk semester depan.

Tidak menunda-nunda

Salah satu “penyakit” yang melanda sebagian besar populasi mahasiswa Indonesia, dan salah satu yang paling sulit ditaklukkan. Jangan kira kalau kamu menunda beberapa hari untuk memulai tidak akan berpengaruh pada apapun.

Apalagi kamu yang sedang berjuang menyusun skripsi, kata menunda adalah racun berbahaya.

Bayangkan jika kamu dalam satu minggu bisa mendapatkan setidak-tidaknya 15 halaman skripsi, namun kamu memilih menunda, maka kamu kehilangan 15 lembar tersebut.

Maksudnya, di awal memang 15 lembar saja, namun semakin sering kamu memilih menunda pekerjaan tersebut maka skripsi yang seharusnya selesai justru terbengkalai.

Dan tentunya menghambat tujuanmu mendapatkan predikat lulusan cumlaude.

Bosan memang, tiap hari bertatap dengan layar monitor, berpikir, menganalisis dan lain sebagainya.

Tapi yang harus diubah adalah suasana saat kamu mengerjakan skripsi bukan niat berleha-leha sebelum waktunya yang mengakibatkan keterlambatan dan ketertinggalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

× Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday